INOVASI TEKNOLOGI BARU BAHAN BANGUNAN YANG RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENUNJANG KELESTARIAN ALAM

 

INOVASI TEKNOLOGI BARU BAHAN BANGUNAN YANG RAMAH LINGKUNGAN  UNTUK  MENUNJANG KELESTARIAN ALAM


Oleh : Alwi Hapsari

 

Kegiatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan selama ini telah memungkinkan kemajuan pesat di bidang kemasyarakatan, ekonomi, politik, hukum, pertahanan dan keamanan nasional. Dengan evolusi konteks strategis nasional dan global, model pelaksanaan pembangunan juga telah disesuaikan. Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan wacana yang harus dikembangkan baik pada tahap implementasi maupun pengelolaannya. Artinya setiap pengembangan harus diikuti dengan beberapa analisis meliputi aspek fungsional, keunggulan dan kemungkinan dampak. Dan harus disadari bahwa selain mendorong kemajuan, pembangunan memiliki konsekuensi yang luas, termasuk dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan harus diselaraskan dan diselaraskan dengan arah kebijakan pengelolaan lingkungan.

Selain mengembangkan produk dan sistem bangunan yang ramah lingkungan, guna memenuhi tuntutan global mengenai dampak lingkungan, pembangunan infrastruktur juga telah mengembangkan sejumlah material atau material yang diperkirakan tidak akan berdampak negatif terhadap lingkungan. Ada banyak kreativitas dalam bahan bangunan yang unik. Banyak peneliti dan ilmuwan yang menimba ilmu di bidang bahan bangunan yang ramah lingkungan. Salah satu unit yang berperan aktif dalam pengembangan teknologi di bidang bahan bangunan adalah PUSKIM (Pusat Penelitian dan Pengembangan Rumah dan Konstruksi).

Bahan ini nantinya akan digunakan sebagai bahan bangunan rumah ramah lingkungan. Sebuah rumah ekologis tidak hanya didasarkan pada sudut pandang material tetapi juga pada penggunaan tanah yang rasional, oleh karena itu pada penggunaan energi dan air yang efisien, menjaga kelestarian sumber daya alam, sehat dan aman bagi penghuninya. dari Rumah. Perawatan rumah yang aman dan ekologis juga merupakan faktor penting, karena keberlanjutan rumah ekologis harus disesuaikan dengan perilaku ekologis penghuninya.

Aplikasi konstruksi ramah lingkungan sering disebut sebagai konstruksi ekologis (bangunan hijau), yaitu pada tahap perencanaan yang terlihat dalam beberapa model konstruksi dengan harga seperti merancang bangunan hemat energi, yaitu sistem konstruksi bertujuan untuk mengurangi konsumsi listrik untuk cahaya dan udara Pesanan. Berkat inovasi tersebut, terciptalah bahan bangunan yang dapat meminimalisir penggunaan sumber daya alam secara berlebihan. Beberapa konsep yang akan disajikan antara lain:


1. Residual Cracking Catalyst (RCC) Bata Beton Ringan
Residual Cracking Catalyst (RCC) adalah produk limbah dari pengolahan minyak mentah di dalam reaktor. Pemanfaatan sampah sebagai bahan bangunan merupakan salah satu langkah untuk mengurangi pencemaran sampah. Balok beton ringan ini memiliki kuat tekan sebesar n35 Kgf/cm2 dengan teknik produksi yang dikembangkan dengan pengganti foaming agent.


2. Sisa karbon (FlyAsh) untuk elemen bangunan
FlyAsh adalah sisa pembakaran batubara yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pengolahan limbah batubara bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh berkembangnya industri yang menggunakan batubara sebagai energi. Proses ini telah diterapkan di berbagai bidang.


3. Menggunakan Lumpur Sidoarjo (LUSI) Sebagai Bahan Konstruksi
Bahan bangunan ini dikembangkan menggunakan lumpur longsor Lapindo. Unit produksi dibangun di dekat lokasi longsor. Bahan konstruksi yang berasal dari lumpur ini adalah sebagai berikut.
Beton Ringan Lusi (Isi)
Beton Ringan Lusi (Isi) adalah suatu komposisi beton yang terdiri dari bubur Sidoarjo (Lusi) dengan bahan pengikat semen Portland. Beton ini memiliki bobot ringan, kualitas sedang dan bentuk stabil
b. Bahan baku yang digunakan pada blok tersebut adalah lumpur Sidoarjo dengan perbandingan pencampuran 1 semen = 5 rantai = 3 pasir. Bahan baku lantai yang digunakan adalah semen portland dengan perbandingan 1 semen = 3 rantai = 1 pasir. Terakhir, bahan baku yang digunakan untuk membuat bata semen adalah pasir dengan perbandingan 1 semen = 2 rantai = 1 pasir. Tahun
d. Pembakaran
Pembakaran dilakukan dan menghasilkan berbagai jenis produk yaitu bubur Sidoarjo (70%) dan abu batubara (30%) dengan campuran agregat buatan, ubin keramik dan batubara.

4. Semen kapur pozzolan
Semen ini dikembangkan sebagai alternatif pengganti semen pozzolan untuk konstruksi sederhana, terutama di daerah yang sulit diangkut tetapi rentan terhadap kerak dan noda. Material ini dipilih karena memiliki keunggulan sebagai berikut:
1. Dapat menggantikan penggunaan PC pada bagian non struktural bangunan (75 bagian bangunan);
2. Kemudahan pembuatan (kelayakan);
3. Mengurangi pemisahan agregat/campuran;
. Kurangi panas hidrasi;
5. Mengurangi munculnya retakan;
6. Meningkatkan kepadatan mortar;
7. Ketahanan terhadap pengaruh lingkungan.


5. Bambu Laminasi
Pengembangan bambu laminasi ditujukan untuk memberikan alternatif bahan bangunan pengganti kayu yang semakin sulit ditemukan di pasaran, terutama untuk kayu penahan beban grade I. Kelongsong bambu dapat diterapkan pada hampir semua struktur bangunan kecuali penutup atap.
Keuntungan menggunakan bambu laminasi sebagai alternatif kayu konstruksi (balok, kolom, papan, parket) dan furnitur.

6. Bamboo Sarang Tawon (Busaron)
Bambu Sarang Tawon (Busaron) adalah jenis meja yang terbuat dari kombinasi Bambu Glondon dengan proses rakyat (APU Gigantochia) dengan proses pembuatan menggunakan hot press (hot press).

7. Bambu Zephyr

Bambu jenis ini merupakan hasil dari bambu yang dipipihkan dan direkatkan satu sama lain dengan menggunakan perekat organik.


8. Atap bambu inovatif
Gaya atap bambu inovatif bentuknya mirip dengan sirap konvensional pada umumnya. Namun, dalam hal kuantitas dan persyaratan pemasangan, sirap yang ditingkatkan 60% lebih efisien daripada sirap konvensional. Jelas, ini menunjukkan bahwa ada perbandingan jumlah lembaran atap yang dibutuhkan untuk menutupi area konstruksi atap 1 m2 antara sirap yang ditingkatkan dan sirap konvensional 5:12. Dengan demikian, menurut uji permeabilitas menunjukkan bahwa air mengalir lebih cepat di dalam selimut pembaruan pada sudut 00, yaitu selisih 0,01 liter / detik. Penggunaan teknologi ini telah dilakukan uji lapangan di Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli, Desa Angseri, Kabupaten Tabanan dan di Kompleks Siwi Hair Smart Pavilion di Kabupaten Jembrana, Bali.


9. Gewang Bebak Laminate
Penerapan bebak laminate dilakukan untuk meningkatkan kualitas dinding partisi pada rumah tinggal di pulau Timor, provinsi NTT, dengan menggunakan teknologi gewang forging and rolling. Teknologi laminasi dapat meningkatkan kekuatan, dan penampilan yang lebih menarik secara keseluruhan. Lembaran gewang yang dilaminasi terbuat dari daun gewang yang diolah dengan teknik laminating menjadi lembaran berukuran 60 x 120 cm.

Penggunaan teknologi (baik tradisional maupun industri) bukan hanya tentang mengetahui cara menggunakannya, tetapi juga mengetahui prinsip-prinsip penggunaan teknologi yang tepat. Menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri serta memberikan dampak yang sehat bagi seluruh lapisan masyarakat sebenarnya bukanlah hal yang mudah, namun perlu dilakukan

Saat ini, bahan bangunan yang ramah lingkungan memiliki kebutuhan yang besar untuk melindungi generasi mendatang dengan tujuan mengurangi konsumsi energi, emisi dan limbah atau limbah untuk menciptakan bumi yang nyaman. Penerapan bangunan ramah lingkungan sering disebut sebagai bangunan hijau, terutama pada tahap desain terlihat pada sejumlah proyek bangunan yang telah menerima penghargaan sebagai proyek bangunan hemat energi, terutama sistem bangunan yang dirancang untuk mengurangi konsumsi listrik untuk penerangan dan udara. pengkondisian.

 

Daftar Pustaka :

http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_174523616250.pdf 

file:///D:/Documents/Downloads/173-Article%20Text-509-1-10-20190928.pdf

https://dpu.kulonprogokab.go.id/detil/306/inovasi-teknologi-baru-bahan-bangunan-untuk-pembangunan

file:///D:/Documents/Downloads/9494-21406-1-SM.pdf

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini